Minggu, 26 Juni 2016

Pengetahuan Lingkungan_Polemik Model Pengembangan Blog Masela_3ID12_Muhammad Yusuf Saputra_36413190


MAKALAH SOFTSKILL
PENGETAHUAN LINGKUNGAN
“Polemik Model Pengembangan Blog Masela”
Disusun Oleh :
            Nama Anggota            : 1.  Muhammad Yusuf Saputra          / 36413190
                                                  2.  Purwoko Wicaksono                 / 36413961
                                                  3.  Fajar Octoriyan                         / 33413157
                                                  4. Anggit Hermawan                       / 31413021
  5. Zikri Akbar Perdana                   / 39413675
                                                  6. Ardi Nur Alamsyah                     / 31413239
                                                  7. Agus Susanto                              / 30413382
  8. Jemy Fahry                                 / 34413622
  9. Rizky Septian                             / 38413003
10. Harvitho Kaezar .D                    / 33413957
Kelas                           : 3ID12
Mata Kuliah                : Softskill Pengetahuan Lingkungan# / IT-043252
            Dosen                          : Agus Sulaksono

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2016




BAB I
PENDAHULUAN


1.1     Latar Belakang
          Gas bumi menjadi pilihan bahan bakar penting abad ini. Hal tersebut didorong oleh adanya evolusi struktural perekonomian global, perkembangan sumber daya energi baru, pertumbuhan permintaan energi, isu lingkungan, dan pertumbuhan permintaan industri petrokimia. Pemerintah Indonesia menyadari dan memiliki kepentingan terhadap kondisi tersebut karena statusnya sebagai salah satu produsen gas bumi besar di dunia. Apalagi sejak tahun 2004, Indonesia menjadi net importir minyak bumi sehingga dibutuhkan ketersediaan energi lain, termasuk gas bumi.  
          Provinsi Maluku sebagai salah satu wilayah bagian timur Indonesia kembali menjadi perhatian dunia bukan karena rempah-rempahnya, namun karena potensi gas bumi yang diperkirakan mencapai 10,7 Trillion Cubic Feet (TCF) atau memiliki reserve to production selama 70 tahun yang melebihi gas bumi di Qatar. Bahkan beberapa pihak memprediksikan proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Blok Masela akan menjadi proyek gas bumi terbesar di dunia dengan nilai investasi mencapai USD 30 miliar atau sekitar Rp 390 triliun. Temuan ini justru direspons dengan penundaan keputusan presiden terkait model pengembangan Blok Masela di darat (onshore) atau lepas pantai (offshore), meskipun telah dilakukan kajian oleh beberapa pihak, seperti dari Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM). Hal ini tentu saja akan menjadi disinsentif bagi investor, memengaruhi sosial-ekonomi masyarakat Maluku, mengancam ketersediaan pasokan gas bumi domestik, dan menurunkan investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) di masa yang akan mendatang.


1.2     Perumusan Masalah
          Permasalahan yang ada dalam penulisan ini adalah bagaimana perbandingan model pengembangan Blok Masela secara onshore dan offshore. Serta begaimana dampak yang diberikan bagi kesejahteraan masyarakat disekitar lingkungan tersebut.

1.3     Tujuan Penulisan
          Tujuan penulisan merupakan sebuah bagian penulisan yang digunakan dalam menyusun sebuah laporan akhir yang berfungsi untuk menjelaskan maksud dan tujuan yang ingin dicapai. Berikut ini merupakan tujuan penulisan ini.
1.    Mengetahui bagaimana perbandingan model pengembangan Blok Masela secara onshore dan offshore
2.    Mengetahui bagaimana dampak yang diberikan bagi kesejahteraan masyarakat disekitar lingkungan tersebut.



BAB II
PEMBAHASAN


2.1     Silang Pendapat Opsi Model Pengembangan Blok Masela
          Potensi Blok Masela yang sangat besar menjadikannya lebih menarik dibandingkan blok migas lainnya. Silang pendapat model pengembangan Blok Masela yang bermunculan sejatinya dilatarbelakangi oleh semangat optimistis memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat dan negara. Seluruh pendapat tersebut, baik pemerintah, akademisi, pelaku usaha, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan politikus, terdikotomi antara pengembangan Blok Masela di offshore dan/ atau onshore.
          Menurut perspektif Kementerian ESDM, model pengembangan Blok Masela dengan offshore yang berbentuk Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) dianggap memiliki biaya lebih murah, yaitu USD14,8 miliar dibanding onshore sebesar USD19,3 miliar. Di sisi lain, biaya operasional pembangunan jaringan pipa gas juga lebih mahal, yaitu USD356 juta per tahun, sedangkan pembangunan FLNG hanya USD304 juta. Pengembangan Blok Masela dengan offshore juga akan (a) menumbuhkan industri maritim dalam negeri, seperti industri perkapalan, (b) lebih efisien karena prosesnya tidak memerlukan pembebasan tanah, dan (c) memberikan sumbangan yang lebih besar kepada Produk Domestik Bruto (PDB). Penerimaan negara diproyeksikan mencapai USD51,8 miliar dibandingkan onshore yang hanya USD42,3 miliar. Selain itu, jika model offshore dipilih maka rangkaian berikutnya adalah KESDM akan mempersiapkan dana pembangunan Blok Masela. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan wilayah di sekitar ladang gas sehingga infrastruktur terbangun lebih cepat. Dana akan dikelola oleh badan percepatan pembangunan Maluku dan disisihkan dari penjualan gas Blok Masela sebesar Rp5 triliun per tahun, lalu dibagi rata ke daerah yang berada di sekitar blok. Tantangan pemerintah berikutnya adalah kecemburuan dari daerah penghasil migas lainnya untuk mendapatkan perlakuan yang sama, seperti Aceh, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
          Menurut Kemenko Maritim dan Sumber Daya, model pengembangan Blok Masela di onshore dianggap lebih murah, yaitu USD16 miliar dibanding offshore sebesar USD22 miliar. Di samping itu, rencana pembangunan jaringan pipa gas sepanjang 600 km dari Blok Masela ke Kepulauan Aru akan memberikan dampak pengganda ekonomi yang tinggi bagi masyarakat. Selain produksi dan distribusi gas lebih aman melalui pipa, kondisi tersebut juga akan mendorong pengembangan konektivitas antarwilayah di Maluku dan sekitarnya. Nilai tambah penggunaan pipa gas dapat mencapai tiga hingga lima kali lipat dibandingkan menggunakan FLNG.
          Di antara dua pendapat tersebut, pengamat ekonomi, Faisal Basri, mengkritisi bahwa kedua model pengembangan Blok Masela sarat kepentingan. Pada onshore, indikasinya dapat dilihat saat dikaitkan dengan pembangunan pipa gas dan pembebasan lahan seluas 600 ha oleh pelaku usaha tertentu. Begitu pula dengan offshore, yang dilihat dari manfaat pembuatan kapal FLNG hanya akan dinikmati oleh korporasi multinasional besar. Oleh sebab itu, saat ini Presiden Jokowi belum memutuskan model pengembangan Blok Masela karena berusaha mengkaji dari berbagai aspek, seperti ekonomi, teknis, sosial, lingkungan, dan kedaulatan kawasan. Keputusan tersebut akan diambil pada tahun 2018 dan sekaligus memberikan waktu kepada investor untuk menimbang kembali model pengembangan yang diinginkan tanpa mengesampingkan kepentingan masyarakat. Namun menurut kajian LPEM-UI, penundaan satu tahun atas pengembangan proyek tersebut akan merugikan perekonomian (PDB) sebesar USD4,2 miliar.

2.2     Perbandingan Model Pengembangan Blok Masela
          Kedua opsi model pengembangan Blok Masela dapat diperbandingkan tanpa memihak kepada kelompok yang pro ataupun skeptis terhadap pilihan model pengembangan Blok Masela. Pada Tabel 1 disajikan perbandingan tersebut dengan beberapa indikator secara sederhana.
          Berdasarkan hasil review, secara umum model offshore relatif lebih baik dibandingkan onshore dari sisi ekonomi, teknis, sosial, dan lingkungan. Meskipun demikian, kondisi ini tidak serta-merta menjadikan onshore sebagai opsi buruk dilihat dari sisi penyerapan tenaga kerja, pengembangan wilayah pesisir, dan kedaulatan wilayah. Apalagi salah satu isu utama tentang biaya investasi proyek terdapat perbedaan dan cenderung kontroversial berdasarkan kepentingan masing-masing pihak. Selain itu, dampak pengganda onshore yang belum diukur tidak boleh dikesampingkan, seperti kemunculan kawasan industri hilir dan perkotaan. Pada akhirnya yang perlu disadari oleh semua pihak bahwa seluruh biaya tersebut akan dibayar oleh negara melalui mekanisme cost recovery
Tabel 2.1 Perbandingan Indikator dalam Model Pengembangan Blok Masela
No
Indikator
Offshore
Onshore
A. Ekonomi


1
Pengadaan Lahan
Terbatas untuk basis pengadaaan logistik wilayah
Tersedia sangat luas dan dapat mengembangkan logistik wilyah
2
Fasilitas Pasca Berakhirnya kontrak
Dapat dipindahkan ke tempat lain karena sifatnya floating
Tidak dapat dipindahkan
3
Biaya belanja modal
  USD 14,8 miliar (versi  KESDM)
  USD 22 miliar (versi Kemenko)
• USD 19,3 miliar (versi  KESDM)
• USD16 miliar (versi  Kemenko)
4
PDB
USD126,3 miliar (LPEM, UI)
USD 122 miliar (LPEM, UI)
5
Penyerapan tenaga kerja
657.000 orang (LPEM UI)
> 657.000 orang
6
Pengembangan wilayah pesisir
Telekomunikasi dan transportasi kurang berkembang
Telekomunikasi dann transportasi berkembang
B. Teknis


1
Waktu pembangunan fisik
50 bulan membangun FLNG
45 bulan membangun pipa gas di luar waktu pembebasan lahan
C. Sosial


1
Konflik tanah
Kemungkinan terjadi sangat kecil
Kemungkinan terjadi sangat besar
2
Konflik sosial
Resiko kecil
Resiko besar




1
Bencana alam
Resiko kecil
Resiko besar
2
Kerusakan biota laut
Resiko kecil
Resiko besar
3
Kerusakan hutan
Resiko kecil
Resiko besar
D. Kedaulatan


1
Kedaulatan wilayah
Posisi sulit menjadi penanda batas maya di laut
Posisi tegas menjadi penanda pengelolaan
                       
2.3     Blok Masela dan Pemerataan Hasil Pembangunan Ekonomi
          Pemerintah daerah berharap agar Blok Masela dapat bermanfaat bagi pembangunan ekonomi wilayahnya, baik dengan model pengembangan offshore maupun onshore. Harapan tersebut tidak berlebihan karena menurut data BPS Maluku, sebanyak 18,84 persen dari 1,6 juta jiwa penduduk Provinsi Maluku ternyata terkategori miskin atau secara nasional menempati urutan keempat setelah Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur Bahkan Blok Masela yang berada di Pulau Masela wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menjadi daerah termiskin dari 11 kabupaten/kota yang ada di Maluku. Eksplorasi Blok Masela tidak berarti pasti akan menurunkan penduduk miskin, namun paling tidak kesempatan kerja bertambah dan masyarakat kecil dapat lebih berpartisipasi. Pengalaman di Pulau Wetar, Kabupaten MBD, diharapkan tidak terjadi.
          Ketika Blok Masela dioperasikan, Provinsi Maluku akan mendapatkan participating interest (PI) atau penyertaan modal 10 persen dari pemerintah pusat. Konsekuensi PI tersebut, Pemprov Maluku perlu melibatkan investor di Maluku dan orang Maluku di luar wilayah Maluku. Untuk itu, Pemprov Maluku melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yaitu PT Maluku Energi, dapat bekerja sama dengan Pertamina atau BUMN lain di bidang migas. Jadi terlepas dari opsi model pengembangan Blok Masela, masyarakat Maluku akan tetap mendapatkan manfaatnya.
          Dampak pengembangan Blok Masela bagi kesejahteraan rakyat di sekitarnya tidak hanya berhenti pada saat proyek dijalankan tetapi juga saat proyek berakhir, khususnya terkait infrastruktur dan dana merawat infrastruktur tersebut. Oleh sebab itu, pemerintah daerah harus memerhatikan beberapa hal, yaitu (1) menghindari pengembangan daerah kantong sehingga daerah yang tidak berhubungan langsung dengan Blok Masela juga berkembang, (2) membangun secara inklusif dengan pembangunan sarana yang terintegrasi antara kebutuhan pengelolaan gas bumi Blok Masela dengan kebutuhan ekonomi masyarakat, misalnya pembangunan pelabuhan, dan (3) mengelola dana hasil pengembangan Blok Masela secara bijaksana agar kegiatan ekonomi lainnya tetap berjalan ketika proyek telah berakhir.





BAB III
PENUTUP


3.1     Kesimpulan
          Kesimpulan dibuat untuk menjawab tujuan dari penulisan ini dimana jawaban tersebut berada pada bab pembahasan. Berikut ini adalah kesimpulan dari penulisan ini.
1.    Perbandingan model pengembangan Blok Masela secara onshore dan offshore berdasarkan indikator ekonomi, teknis, sosial, dan kedaulatan. Penjelasan perbandingan bisa dilihat di tabel 2.1
2.    Berdasarkan hasil review, secara umum model offshore relatif lebih baik dibandingkan onshore dari sisi ekonomi, teknis, sosial, dan lingkungan. Meskipun demikian, kondisi ini tidak serta-merta menjadikan onshore sebagai opsi buruk dilihat dari sisi penyerapan tenaga kerja, pengembangan wilayah pesisir, dan kedaulatan wilayah. Apalagi salah satu isu utama tentang biaya investasi proyek terdapat perbedaan dan cenderung kontroversial berdasarkan kepentingan masing-masing pihak. Selain itu, dampak pengganda onshore yang belum diukur tidak boleh dikesampingkan, seperti kemunculan kawasan industri hilir dan perkotaan.

3.1     Saran
          Kehati-hatian diperlukan terutama saat investasi hulu migas sedang lesu karena rendahnya harga minyak dunia. Hasil kajian yang komprehensif dan transparan diperlukan guna mendasari penentuan kebijakan tersebut. Pertimbangan bahwa dengan biaya termurah untuk mendapatkan manfaat terbesar juga tidak dapat digunakan dalam menentukan opsi. Oleh sebab itu, pemerintah harus meninjau kembali rencana pengembangan dan tahapan studi konseptual pengembangan Blok Masela, sehingga dapat menentukan fasilitas terbaik pengembangan blok.

Kamis, 05 Mei 2016

Pengertian Ilmu Lingkungan (Softskill Pengetahuan Lingkungan)

Ekologi dan Ilmu Lingkungan serta Asas-asas Pengetahuan Lingkungan


A. Ekologi
      Secara bahasa, ekologi berasal dari bahasa Yunani (Greek) yaitu oikos dan logos yang berarti rumah/habitat dan ilmu. Ernst Haeckel merupakan orang pertama yang menggunakan istilah ekologi. Secara mendasar pengertian ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang interaksi makhluk hidup serta makhluk hidup dan  lingkungannya.
Ekologi erat kaitannya dengan ekosistem. Oleh karena itu pengertian ekologi dapat diartikan pula sebagai ilmu yang pembelajari tentang ekosistem serta bagian bagiannya.
Pengertian Ekologi : Menurut Para Ahli
Untuk lebih memahami tentang ekologi berdasarkan pendapat para ahli:
  1. Menurut website carryinstitute.org, bahwa pengertian ekologi adalah studi ilmiah tentang proses-proses yang mempengaruhi distribusi dan kelimpahan organisme, interaksi yang ada pada organisme dan interaksi antara organisme dan transformasi serta aliran energi dan materi.
  2. The scientific study of the processes influencing the distribution and abundance of organisms, the interactions among organisms, and the interactions between organisms and the transformation and flux of energy and matter
  3. Menurut Ernst Haeckel (1866), Peneliti asal Jerman, bahwa pengertian ekologi adalah ilmu pengetahuan komprehensif tentang hubungan organisme terhadap lingkungan
  4. The comprehensive science of the relationship of the organism to the environment
  5. Menurut Charles Elton (1927), secara singkat  bahwa pengertian ekologi adalah sejarah alam yang bersifat ilmiah “Scientific natural history”
  6. Menurut E.P. Odum (1963) bahwa pengertian ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur dan fungsi alam “The study of the structure and function of nature”
  7. Tahun 1972, Menurut C. J. Krebs, pengertian ekologi adalah ilmu pengetahuan tentang interaksi yang menentukan distribusi dan kelimpahan organisme

B. Ilmu Lingkungan
    Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
     Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar. Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.
Pengertian dari Ilmu Lingkungan dapat diperoleh dari beberapa sumber seperti menurut Iowa State University yang menyatakan bahwa:
      Environmental science is an interdisciplinary academic field that integrates physical and biological sciences, (including but not limited to Ecology, Physics, Chemistry, Biology, Soil Science, Geology, Atmospheric Science and Geography) to the study of the environment, and the solution of environmental problems. Environmental science provides an integrated, quantitative, and interdisciplinary approach to the study of environmental systems (Anonim, 2011)
Ilmu lingkungan adalah ilmu yang mempelajari tentang lingkungan hidup. Menurut Soerjani, dkk (2006), ilmu lingkungan adalah penggabungan ekologi (manusia) yang dilandasi dengan kosmologi (tatanan alam) yang mempunyai paradigma sebagai ilmu pengetahuan murni. Hakikat ilmu pengetahuan pada dasarnya berkembang untuk mendasari, mewarnai serta sebagai pedoman kearifan sikap dan perilaku manusia.
        Ilmu Lingkungan adalah suatu studi yang sistematis mengenai lingkungan hidup dan kedudukan manusia yang pantas di dalamnya. Ilmu lingkungan merupakan perpaduan konsep dan asas berbagai ilmu  yang bertujuan untuk mempelajari dan memecahkan masalah yang menyangkut hubungan antara mahluk hidup dengan lingkungannya. Ilmu lingkungan merupakan penjabaran atau terapan dari ekologi.

C. Perbedaan Ekologi dengan Ilmu Lingkungan
    Perbedaan utama ilmu lingkungan dan ekologi adalah dengan adanya misi untuk mencari pengetahuan yang arif, tepat (valid), baru, dan menyeluruh tentang alam sekitar, dan dampak perlakuan manusia terhadap alam. Misi tersebut adalah untuk menimbulkan kesadaran, penghargaan, tanggung jawab, dan keberpihakan terhadap manusia dan lingkungan hidup secara menyeluruh. Timbulnya kesadaran lingkungan sudah dimulai sejak lama, contohnya Plato pada 4 abad Sebelum Masehi telah mengamati kerusakan alam akibat perilaku manusia. Pada zaman modern, terbitnya buku Silent Spring tahun 1962 mulai menggugah kesadaran umat manusia.
      Ilmu lingkungan merupakan bidang ilmu interdisipliner yang merupakan integrasi ilmu fisik dan biologi (termasuk tapi tidak dibatasi pada ekologi, fisika, kimia, biologi, ilmu tanah, geologi, ilmu atmosfer dan geografi) untuk mempelajari tentang lingkungan dan solusi dari masalah-masalah lingkungan. Ilmu lingkungan menyediakan pendekatan yang terintegrasi, kuantitatif, dan interdisipliner untuk mempelajari sistem lingkungan.
      Ekologi adalah studi ilmiah tentang distribusi kelimpahan hidup dan interaksi antaraorganisme dan lingkungan alami mereka sedangkan ilmu lingkungan adalah filosofi dangerakan sosial yang luas berpusat pada kepedulian terhadap konservasi dan perbaikanlingkungan.
Ekologi dan ilmu lingkungan merupakan disiplin ilmu terkait erat dan berhubungan dengan prinsip-prinsip yang satu dengan yang lain dan hal ini merupakan sesuatu yang penting untuk sepenuhnya memahami satu dengan yang lain. Perbedaan utama antaraekologi dan ilmu lingkungan yaitu ilmu lingkungan merupakan bidang yang lebih menyeluruh yang menggabungkan banyak unsur ilmu bumi dan kehidupan untuk memahami berbagai proses alam.

D. Asas-asas Pengetahuan Lingkungan
      Asas di dalam suatu ilmu pada dasarnya merupakan penyamarataan kesimpulan secara umum, yang kemudian digunakan sebagai landasan untuk menguraikan gejala (fenomena) dan situasi yang lebih spesifik. Asas dapat terjadi melalui suatu penggunaan dan  pengujian metodologi secara terus menerus dan matang, sehingga diakui kebenarannya oleh ilmuwan secara meluas. Tetapi ada pula asas yang hanya diakui oleh segolongan ilmuwan tertentu saja, karena asas ini hanya merupakan penyamarataan secara empiris saja dan hanya benar pada situasi dan kondisi yang lebih terbatas, sehingga terkadang asas ini menjadi bahan pertentangan. Namun demikian sebaliknya apabila suatu asas sudah diuji berkali-kali dan hasilnya terus dapat dipertahankan, maka asas ini dapat berubah statusnya menjadi hukum. Begitu pula apabila asas yang mentah dan masih berupa dugaan ilmiah seorang peneliti, biasa disebut hipotesis, Hipotesis ini dapat menjadi asas apabila diuji secara terus menerus sehingga memperoleh kesimpulan adanya kebenaran yang dapat diterapkan secara umum. Untuk mendapatkan asas baru dengan cara pengujian hipotesis ini disebut cara induksidan kebanyakan dipergunakan dalam bidang-bidang biologi, kimia dan fisika.  Asas baru juga dapat diperoleh dengan carasimulasi komputer dan penggunaan model matematika untuk mendapatkan semacam tiruan keadaan di alam  (mimik). Cara lain juga dapat diperoleh dengan metode perbandingan misalnya dengan membandingkan antara daerah yang satu dengan yang lainnya. Cara-cara untuk mendapatkan asas tersebut dapat dikombinasikan satu dengan yang lainnya.
  1. 1

Minggu, 17 Januari 2016

Metode Penelitian _ Muhammad Yusuf Saputra _ 3ID12_ 36413190 _ Mata Kuliah Disukai dan Tidak jurusan Teknik Industri


Assalamualaikum wr. wb..

Salam Sejahtera semuanya ....

Perkenalkan,
Saya bernama Muhammad Yusuf Saputra yang berkuliah di Universitas Gunadarma dengan NPM 36413190 dari kelas 3ID1dengan jurusan Teknik Industri, saya angkatan 2013 dan sampai saat ini sudah menjalani kurang lebih 2,5 Tahun atau sudah berkutat diperkuliahan sampai saat ini di semester 5.

Oke, saya akan berbagi pengalaman saya di Teknik Industri beserta mata kuliah yang saya sukai atau tidak.  Pada awalnya saya sama sekali gak ada pandangan apa - apa tentang Teknik Industri. Karena saat SMA saya sama sekali tidak tertarik bidang keteknikan, saya justru hanya tertarik di bidang ekonomi, sosial, komunikasi padahal saya anak ipa. Awalnya, saya berminat di Komunikasi, Dari sekian banyak jurusan teknik yang saya baca, Teknik Industri cukup menarik perhatian saya. 

 Pada semester awal, Anda akan mengulang pelajaran - pelajaran dasar seperti fisika, statistika dan kalkulus. Mata kuliah semester awal yang cukup membuat kaget adalah gambar teknik, yang mata kuluahnya menggambar dari araah sudat pandnag yang berbeda dan banyak, disamping itu pula saya tidak bisa menggambar dan tidak suka menggambar, maka dari itu saya tidak suka dengan mata kulaih menggamaber teknik, ya padahal mate kuliah itu sangat penting utntuk seorang teknik industri. Ada juga mata kuliah yang saya tidak suka yaitu ada berkaitan dengan pemograman atau berhubungan dengan komputer, huh .. iya saya tidak suka dengan mata kuliah itu karena saya memanf kurang bisa dan begitu mengerti dengan program, pemograman, koding mengkoding atau lain yang berhubungan dengan program atau komputer ,  Haha...

Di semester satu ada mata kuliah Pengantar Teknik Industri. Nah, disinilah saya suka mata kuliah ini dikarenakan yang nanti Anda akan semakin mengenal apasih Teknik Industri itu. Selain itu, pada semester dua dan selanjutnya kemudian saya suka juga dengan mata kuliah pengantar ilmu eknomi,  yang membahas ekonomi mikro dan ekonomi makro secara garis besar. Pada semester selanjutnya, Anda juga akan diajarkan tentang Elektronika Industri yang dimana saya tidak suka mata kuliahnya dikarenakan mata kuliah kalau menurutsaya agak rumit karena saya tidak suka hitung hitungan dan ditambah (maaf) dosennya cara mengajarnya tidak aku mengerti dan suka marah-marah selalu, bukan beratrti aku jadi malas belajar utk mata kuliah tersebut, akan tetapi aku selalu berusaha bersama teman-teman untuk belajar kelompk. 

Kemudian ada mata kuliah yang saya sukai juga ada mata kuliah  Analisa Biaya dan Estimasi, Peramalan, Sistem Produksi, Perencanaan, perancangan , pengendalian produksi, pengendalian dan penjaminan mutu perancangan  tata letak dan fasilitas dan lain-lain dan kenapa aku suka sama mata kuliah tersebut? dikarenakan itu semua mata kuliah yang menjurus secara mendalam untuk prospek kerja dilapangan dan dipraktekkan , seperti halnya kita berada disebuah perusahaan,atau kita yang mempunyai dan membuat perusahan tersebut, bagaimana cara mengelolanya , bagaiman cara mengatasi dan memecahkan masalah yang ada , hehe.. pokok saya benar-benar suka. . 

Jadi, Teknik Industri itu menitikberatkan pada efektivitas dan efisiensi. Baik dari segi sumber daya alam yang digunakan, pendistribusiannya, penganggaran, dan juga sumber daya manusianya. Di Teknik Industri nanti Anda akan mengenal istilah 'Ergonomi'. Ergonomi mempelajari tentang sifat dan batasan - batasan manusia agar nantinya tercipta sistem kerja yang efektif, efisien, nyaman, aman dan menyehatkan. Yang dipelajari di ergonomi misalnya ketinggian dan jarak kursi serta meja seorang pekerja agar nyaman dan aman dalam melakukan pekerjaannya sehingga perkerja lebih produktif. Seorang sarjana Teknik Industri harus pintar membuat sistem. Sistem yang efektif dan efisien agar mencapai hasil semaksimal mungkin. 

Pada saat semester dua , anda akan menghadapi praktikum teori probabilitas. Praktikum ini adalah praktikum pertama di Univeristas Gundarma jurusan teknik industri yang menjuruskan secara lebih mendalam tentang teknik industri yang terdapat pada Laboratorium Dasar Teknik Industri, Industri ada  3 jenis Laboratorium yaitu Dasar , Menengah dan Laboratorium Lanjut, pada praktikum pertama ini tanpa tanggung-tanggung menjalani langsung 7 modul dengan 1 sks, walaupun praktikum hanya 1 sks , praktikum harus lulus dan harus dilewati tahap demi tahap.  Kemudian banyak praktikum selanjutnya yang pada akhir praktikum membuat suatu rancangan produk dan dapat mewujudkanya produk tersebut.

Kemudian, menurut saya, ada  kelebihan dan kekurangan dari jurusan Teknik Industri itu sendiri , antara lain:
Kelebihan : Teknik Industri menggabungkan manajemen serta ilmu keteknikan. Ini merupakan nilai plus dibandingkan sarjana dari jurusan manajemen pada umunya.
Kekurangan : Yang dipelajari di Teknik Industri terlalu general dan garis besar, jadi kalah jika bersaing dengan sesama sarjana teknik lainnya di dunia kerja, misalkan sarjana teknik mesin atau sarjana teknik elektro karena mereka mempelajari bidangnya secara mendalam.

Pesan saya, yakin pada jurusan yang kalian pilih, karenakaliah telah memilih pilihan untuk hidup anda sendiri. dan kalian sendiri yang menjalankannya, seperti saya telah memilih untuk kuliah di  Universitas Gunadarma dengan jurusan Teknik Industri, Selama Teknik Industri adalah passion Anda, semua itu akan berjalan dengan baik :). Sekian informasi yang saya bagikan tentang jurusan Teknik Industri beserta mata kuliah apa saja yang saya sukai dan tidak disukai. Terima Kasih...

Salam, Muhammad Yusuf Saputra 36413190
3ID12

Walaikumsalam, wr.wb