Minggu, 04 Januari 2015

TUGAS- ILMU SOSIAL DASAR - 2ID12 - PEMUDA DAN SOSIALISASI

PEMUDA DAN SOSIALISASI


     Masa remaja adalah masa transisi dan secara psikologis sangat problematis, masa ini memungkinkan mereka dalam kondisi anomi; yaitu kondisi tanpa norma ataupun hukum, anomi muncul akibat keanekaragaman dan kekaburan norma, misalnya norma A yang ditanamkan dalam keluarga sangat bertentangan dengan norma B yang ia saksikan di luar lingkungan keluarga (Enoch Markum). 
       Golongan manusia manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda di Indonesia dewasa ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan. Keragaman tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda. Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengauh yang besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat. Proses demikian itu bisa disebut dengan istilah sosialisasi, proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi. 
     Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. 

INTERNALISASI BELAJAR DAN SOSIALISASI 

       Ketiga kata tersebut memiliki definisi yang hampir sama dimana proses terjadinya melalui interaksi social. Internalisasi lebih mengarah pada norma-norma individu yang menginternalisasikan norma-norma tersebut. 
          Belajar lebih mengarah pada proses pembelajaran tingkah laku, yang sebelumnya tidak dimiliki sekarang telah dimiliki akibat proses pembelajaran tersebut. Sedangkan Spesialisasi lebih mengarah pada kekhususan yang telah dimiliki oleh seorang individu. Tindakan-tindakan yang diambil oleh masing-masing individu bisa dibagi menjadi dua yaitu tindakan positif dan negatif. Tindakan positif akan diambil jika antar individu saling mengharagai adanya norma-norma yang berlaku. Kalau tindakan negatif, akan diambil jika antar individu tidak mengutamakan norma-norma yang ada, seperti saling egois, berbeda pendapat, merasa derajatnya lebih tinggi dari individu lain, dan sebagainya. 
     Proses sosialisasi berperan penting bagi setiap individu. Proses sosialisasi merupakan penyesuaian diri. Dengan penyesuaian diri inilah orang dapat hidup dengan baik. Dimulai dari belajar social. Dimana individu akan belajar tingkah laku dan pola hidup yang diharapkan oleh orang lain maupun kelompoknya. Peran sosial merupakan pola-pola tingkah laku yang umum yang dilakukan oleh orang yang mempunyai posisi sosial yang sama atau sederajat. Sebagai contoh dimana orang tua yang berprilaku baik dihadapan anak-anaknya, tidak berbicara kasar yang akan menyakitkan hati anak-anaknya yang akan menjadi factor menyimpang bagi psikologis sang anak. Proses sosialisasi mengambil alih penting untuk masa depan para generasi muda. Seperti halnya untuk mahasiswa. Peranan sosial mahasiswa di masyarakat dapat diterapkan melalui program – program baksos (bakti sosial) biasa nya mahasiswa mengikuti suatu organisasi kepemudaan contoh nya melakukan aksi membagikan kebutuhan korban bencana alam atau kepada orang yang tidak mampu dengan memberikan kebutuhan sandang pangan papan dan untuk di masyarakat itu sendiri pemuda berperan aktif untuk mengikuti program – program yang ada di masyarakat itu sendiri dengan berperan aktif melakukan kerja bakti secara gotong royong. 

MASALAH GENERASI MUDA 

       Pemuda mempunyai potensi diri untuk merubah suatu tujuan bangsa untuk menjadi bangsa yang lebih baik baik dari bidang akademik, olahraga, dan lain-lain. Hampir rata-rata para pemuda lah yang mengharumkan nama bangsa, karena para pemuda lah merupakan para tunas muda untuk masa depan bangsa yang lebih baik. Namun terkadang adanya hal-hal yang menyimpang yang terjadi pada para generasi muda. Permasalahan umum yang dihadapi oleh generasi muda di Indonesia dewasa ini antara lain sebagai berikut : 
1. Terbatasnya lapangan kerja yang tersedia. Dengan adanya pengangguran dapat merupakan beban        bagi keluarga maupun negara sehingga dapat menimbulkan permasalahan lainnya. 

2. Penyalahgunaan Obat Narkotika dan Zat Adiktif lainnya yang merusak fisik dan mental bangsa. 

3. Masih adanya anak-anak yang hidup menggelandang. 

4. Pergaulan bebas diantara muda-mudi yang menunjukkan gejala penyimpangan perilaku (Deviant         behavior). 

5. Masuknya budaya barat (Westernisasi Culture) yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita       yang dapat merusak mental generasi muda 

      Oleh karena itulah, kita harus mengembangkan potensi para generasi muda untuk menyelamatkan dari permasalahan yang ada dengan menyaring para pemuda yang mempunyai bakat dan potensi diri yang ada karena di Indonesia ini sendiri masih sangat minim orang orang penting (pejabat) yang peduli akan potensi potensi muda yang terpendam. 

Pendapat
   Sebagai generasi muda kita harus pandai dalam bersosialisasi dalam hal yang positif untuk menyelamatkan bangsa dari masalah-masalah yang ada. Dan menjadi panutan bagi para generasi muda selanjutnya, karena pemudalah yang dapat membuat perubahan besar bagi suatu bangsa.



Referensi:
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/

TULISAN- ILMU SOSIAL DASAR - 2ID12 - INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT



        Gejala sosial timbul dari kejadian abnormal yang sering terjadi di lingkungan sekitarnya. Hal tersebut dapat berasal dari dirinya sendiri,keluarga,dan juga lingkungan dimana ia berada. Semua masalah tersebut dapat diselesaikan atau diperbaikin dengan adanya pemahaman yang baik pada inti atau sumber dari masalah itu sendiri.
         Anak muda jaman sekarang, khususnya anak muda yang berada di kehidupan kota-kota besar di Indonesia. Dimana kecenderungan pergaulan para anak muda itu dinilai bermasalah karena sudah banyak menyimpang dari norma-norma ketimuran. Di dalam masalah anak muda sekarang ini,banyak hal yang sangat di sayangkan dalam pergaulannya. Saya akan menguraikan sebagian besar masalah yang di alami oleh anak muda saat ini. Sebagai contoh ialah : Seks bebas,narkoba,kehidupan malam,alcohol. Seperti seks bebas, narkoba, kehidupan malam, alcohol dan akibatnya.
        Seks bebas di dalam saat sekarang ini bisa di bilang melekat di dalam kehidupan anak muda saat sekarang ini. Seperti yang pernah saya dengar bahwa murid SD (Sekolah Dasar) sudah mulai belajar tentang seks, entah dari media internet maupun majalah-majalah porno. Dan banyak kasus yang di temukan bahwa anak SD pun sudah berani untuk berbuat seks. Dan dari hal tersebut bisa berkembang hingga mereka dewasa. Apa yang seharusnya dilakukan adalah perlunya bimbingan dari orang tua maupun dari pihak sekolah.Tanpaada bimbingan tersebut hal seks bebas bias sangat rentan sekali. Maka itu di perlukan bantuan dari segala pihak, orang tua maupun pihak sekolah.
       Narkoba adalah hal yang berkaitan juga dengan hal pertama yang saya bahas di atas, karena rasa keingintahuan dari anak-anak maupun remaja. Narkoba adalah zat yang sangat berbahaya karena bisa merusak generasi bangsa kita.Dan di perlukan pula bimbingan dari semua pihak.
       Kehidupan malam juga merupakan suatu kaitan dengan hal-hal di atas, karena berawal dari seks bebas,yg akhirnya bisa ke narkoba karena sangat mudah di dapat di dalam kehidupan malam,contoh seperti diskotik atau café-café.
       Alkohol adalah hal sangat rentan menyebabkan hal-hal di atas bisa terjadi,karena dengan alcohol bisa sangat mudah kita berbuat hal negative tanpa berpikir panjang. Akibat dari semua itu adalah rusaknya generasi bangsa kita.

Pendapat:
       Menurut pendapat saya, pergaulan bebas sudah melekat di kalangan remaja. Hal ini disebabkan karena faktor lingkungannya. Sudah banyak anak-anak muda zaman sekarang yang sudah ikut dalam pergaulan bebas baik itu pada narkoba, seks bebas atau pun yang lainnya. Pergaulan bebas bukan hanya merugikan diri sendiri tapi juga merugikan orang sekitar kita baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Maka dari itu, mulai dari diri kita sendiri untuk menghindari pergaulan bebas dari kehidupan kita agar setiap perilaku dan tindakan kita bisa memberi contoh di keluarga maupun di masyarakat.

TUGAS- ILMU SOSIAL DASAR - 2ID12 - INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT


INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT


        Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya “yang tak terbagi” yang artinya adalah suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu adalah seseorang yang tidak hanya memiliki peranan khas dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga memiliki kepribadian tersendiri. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Individu dalam bertingkah laku menurut pola pribadinya ada tiga, yaitu: menyimpang dari norma, takluk terhadap kolektif dan mempengaruhi sekitar seperti halnya pahlawan ataupun pengacau. Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyrakat yng menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya.
        Manusia sebagai individu salalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya pribadinya. Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi. Pertumbuhan berarti suatu perubahan yang menuju kearah maju dan menjadi lebih dewasa. Diantaranya terdapat beberapa factor yang mempengaruhi:
1. Pendirian Nativistik
2. Pendirian Empiristik dan Environmentalistik
3. Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
           Dimana tahap pertumbuhan dibagi menjadi 4, yaitu masa vital ( 0 – 2 tahun), masa estentik (2 – 7 tahun), masa intelektual ( 7 – 13/14tahun), dan masa social (14 – 21tahun).
         Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti (”nuclear family”) terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka. Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga adalah : 
- Unit terkecil dari masyarakat
- Terdiri atas 2 orang atau lebih
- Adanya ikatan perkawinan atau pertalian darah
- Hidup dalam satu rumah tangga
- Di bawah asuhan seseorang kepala rumah tangga
- Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga
- Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing
- Diciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan

Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut :

1. Peranan Ayah : Ayah sebagai suami dari istri dan ayah dari anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.

2. Peranan Ibu : Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.

3. Peran Anak : Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Tugas-tugas Keluarga Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut :

1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.

2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.

3. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.

4. Sosialisasi antar anggota keluarga.

5. Pengaturan jumlah anggota keluarga.

6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.

7. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.

8. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.

Pendapat tentang keluarga 
        Kata keluarga berasal dari bahasa Sanskerta “kulawarga” yang berarti anggota. Dari bahasa sansekerta ini, keluarga memiliki pengertian lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Secara umum, keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Keluarga merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah kelompok yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan mana sedikit banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak. Sehingga tanpa adanya keluarga kita tidak bisa hidup sendiri, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa mengerjakan segala sesuatu sendirian, karena itulah keluarga merupakan peranan penting dalam kita tumbuh sebagai makhluk sosial.

Pengertian Masyarakat
      Kata masyarakat berasal dari bahasa Arab “musyarak” yang berarti suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Secara umum, masyarakat adalah sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Hubungan Antara Individu, Keluarga, dan Masyarakat 

- Hubungan individu dengan keluarga
Individu memiliki hubungan yang erat dengan keluarga, yaitu dengan ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, kakak, dan adik. Hubungan ini dapat dilandasi oleh nilai, norma dan aturan yang melekat pada keluarga yang bersangkutan. Dengan adanya hubungan keluarga ini, individu pada akhirnya memiliki hak dan kewajiban yang melekat pada dirinya dalam keluarga.

-Hubungan individu dengan masyarakat
Hubungan individu dengan masyarakat terletak dalam sikap saling menjunjung hak dan kewajiban manusia sebagai individu dan manusia sebagai makhluk sosial. Mana yang menjadi hak individu dan hak masyarakat hendaknya diketahui dengan mendahulukan hak masyarakat daripada hak individu.

Urbanisasi 
      Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Ajakan dari teman atau sanak saudara, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dapat dijadikan alasan terjadinya proses urbanisasi. 

Pendapat Mengenai Individu, Keluarga, dan Masyarakat 

      Keluarga dan masyarakat tidak akan terbentuk jika tidak adanya individu. Dengan adanya perkembangan individu, maka terbentuklah keluarga. Individu, keluarga, dan masyarakat memiliki fungsinya masing-masing untuk menjalankan perannya, tetapi ketiga komponen tersebut memiliki hubungan yang cukup erat dalam kehidupan sosial. Seperti hubungan individu dengan keluarga. Masing-masing individu dalam keluarga memiliki hak dan kewajiban dalam berperan dalam suatu keluarga. Dan pada hubungan individu dengan masyarakat, sebagai makhluk sosial, ada baiknya hak masyarakat didahulukan daripada hak individu. Contohnya, jika ada kegiatan kerja bakti di lingkungan, ada baiknya kita ikut berpartisipasi dibandingkan harus mendahulukan acara pribadi kita seperti akan mengadakan rekreasi. Oleh karena itu, jika proses pembentukan individu dengan baik, maka akan terbentuk keluarga dan masyarakat yang baik pula.



Referensi:


http://elearning.gunadarma.ac.id/

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/

http:/library.gunadarma.ac.id/

TULISAN- ILMU SOSIAL DASAR - 2ID12 - PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN



KEPADATAN PENDUDUK

            Akhir-akhir ini Indonesia mengalami suatu problem mengenai kepadatan penduduk, oleh karena itu suatu lembaga Pemerintah Non Departemen yang menaungi program ini adalah BKKBN. BKKBN yaitu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, badan ini lah yang bertugas melaksanakan tugas pemerintah dibidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera. BKKBN sendiri memiliki sebuah slogan yaitu “Dua Anak Cukup, Laki-Laki Perempuan Sama Saja”, program ini pernah mengalami kesuksesan pada masa Presiden Soeharto dan mendapatkan penghargaan Global Statement Award” dari Population Institute dari Amerika Serikat tahun 1988. Namun kepadatan penduduk sekarang tidak dapat terelakkan lagi, banyak lahan yang dahulu kosong atau daerah lapangan terbuka kini sudah dipenuhi oleh orang-orang yang bermukim.
        Program KB(keluarga berencana) dapta menurunkan tingkat pertubumhan penduduk di indonesia dalam beberapa tahun ini menurun, ini di buktikan oleh grafik data pertumbuhan penduduk yang di tunjukkan oleh google.
            Ini membuktikan bahwa program KB(keluarga berencana)yang buat pemerintah telah berhasil menekan pertumbuhan penduduk di indonesia. Dikatankan juga oleh Direktur pelapor dan Statistik Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)pusat, Rachmat Santoso. Kita ketahui bahwa dulu tingkat pertumbuhan penduduk indonesia pada tahun 1960 yang mecapai 2,2 %, trus meningkat mencapai 2,4% pada tahun 1970. Pada saat tahun 1990 pesentase pertumbuhan penduduk mulai menuru drastis 1,7% hingga tahun 2007 persentase pertumbuhan penduduk menurun menjadi 1,2%. Sesunggunya pertumbuhan penduduk meningkat karna angka kelahiran di indonesia sangat tinggi. Banyak penyebab yang membuat angka kelahiran meningkat. yaitu karna terjadinya penikahan dini oleh para remaja di indonesia Dan adapun keluarga berpendapat banyak anak banyak rezki, yang tidak dapat menekan kelahiran anaknya. hal ini yang membuat banyak angka kelahiran dan mempengaruhi pada pertumbuhan penduduk. dampak dari pertumbuhan penduduk yaitu:
• Kerusakan lingkungan
• Kemiskinan
• Kriminalitas
• Krisis pangan
• Krisi kesehatan
             Dampak kerusakna lingkungan adalah pencemaran sungai dan banyak nya hutan hilang untuk dibangun untuk tempat tinggal. Contoh penyebab pencemaran sungai karna pertumbuhan penduduk, misalkan apabila setiap rumah memiliki jamban. Sekitar 1 juta jamban di bangun tiap tahun nya pada jarak 10 meter dari sungai atau sumur.. Itu dapat mengotori sungai berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan, dan juga hilang nya hutan untuk dibangun tempat tinggal.
           Dampak kemiskinan dari pertumbuhan penduduk. Semaikn banyak penduduk, maka semakin banyak pula lapangan pekerjaan yang di butuhkan. Kita tahu sendiri kalau lapangan pekerjaan sangat terbatas, itu sebabnya banyak sekali penganguran menyebakan kemiskinan. Dampak dari kemiskinan adalah itu sendiri dapat terjadinya tindakan kriminalitas. Mereka yang pengangguran melilih mencari uang dengan merampok, menipu dan banyak yang lainnya. 
        Krisis pangan adalah sesuatu masalah yg pasti terjadi apabila jumlah penduduk meningkat.karna penduduk tidak tepenuhi nya prokduksi makan terhadap permintaan konsumen. Hal terjadi karna karna beberapa penyabab salh satunya faktor cuaca. Hal ini memungkinkan produksi pangan terganngu.
           Itulah dampak buruk dari pertumbuhan penduduk yang tinggi, oleh karna itu pemerintahsangat gencar melaksanakan program KB di indonesia. Berbagai cara telah pemerintah lakukan untuk mensejahtrakan masyarakatnya. Dan akhirnya program KB telah berhasil menekan pertumbuhan penduduk.



TUGAS- ILMU SOSIAL DASAR - 2ID12 - PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN



PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

             Hubungan antara penduduk, masyarakat, dan kebudayaan merupakan konsep suatu hubungan yang saling bertautan satu dengan yang lain. Antara penduduk dengan masyarakat, dan antara masyarakat dengan kebudayaan itu sendiri saling mempunyai hubungan-hubungan mendasar. Contohnya saja hubungan antara penduduk dengan masyarakat. Pada suatu daerah tertentu, tentu saja terdapat orang-orang yang bermukim atau biasa di sebut penduduk. Penduduk-penduduk tersebut setiap harinya saling melakukan interaksi sosial, sehingga kita dapat menyebut bahwa mereka hidup sebagai masyarakat. Dengan menyimpulkan contoh diatas, kumpulan penduduk yang mendiami suatu wilayah tertentu dan dalam waktu yang cukup lama dapat kita simpulkan sebagai masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu pula. Dalam maksud yaitu penduduk dalam arti umum, yaitu kelompok manusia atau kelompok orang.
        Kemudian antara masyarakat dan kebudayaan juga mempunyai hubungan yang cukup erat. Dimana masyarakat sendiri tidak akan bisa hidup tanpa adanya keikutsertaan aspek-aspek kebudayaan dalam kehidupan mereka. Dan kebudayaan itu sendiri tidak dapat muncul dan berkembang apabila tidak ada masyarakat di dalamnya. Serta dengan masyarakat itulah kebudayaan di suatu daerah dapat berkembang. Hubungan saling membutuhkan inilah yang membuat masyarakat dan kebudayaan saling berkaitan. Adapun dibawah ini adalah beberapa definisi dan penjelasan lanjut tentang penduduk, masyakarakat dan kebudayaan :

a.   Penduduk : Orang yang mendiami suatu wilayah tertentu dan dalam waktu tertentu yang cukup lama. Dalam pengertian yang lebih luas, penduduk merupakan orang atau organisme sejenis baik manusia, hewan, dan tumbuhan yang hidup, tinggal, dan berkembang biak dalam suatu wilayah tertentu.

b.   Masyarakat : Kelompok individu-individu yang saling melakukan interaksi dalam kehidupan mereka terutama melakukan interaksi sosial yang berkembang dalam cakupan wilayah tertentu yang cukup luas. Dalam artian, kehidupan sebagai makhluk sosial inilah yang menjadikan individu-individu tersebut menjadi masyarakat.

c.    Kebudayaan : Kebudayaan ini sangat erat kaitannya dengan masyarakat. Menurut Selo Soemadrjan Soelaiman Soemardi, kebudayaan merupakan sarana hasil karya, cipta, dan rasa masyarakat. Kebudayaan dalam perwujudannya antara lain misalnya, perilaku, seni, religi/keyakinan, bahasa, pola berpikir dll.

PERTUMBUHAN PENDUDUK

                 Penduduk-penduduk di setiap negara di seluruh dunia, menempati wilayah dan alam serta geografis tertentu. Menurut data yang dihimpun dari Biro Statistik masing-masing negara, kepadatan penduduk dunia berdasarkan jumlah penduduknya diurutkan dari Asia, Afrika, Amerika, Eropa, dan terakhir Oceania. Asia mendominasi dengan jumlah penduduk sekitar 4,2 milyar orang. Kemudian disusul Afrika dengan sekitar 1 milyar orang. Lalu Amerika dengan sekitar 950 juta orang. Serta Eropa dan Oceania masing-masing dengan sekitar 700 juta dan 35 juta orang. Dengan jumlah penduduk dunia di masing-masing benua ini, estimasi jumlah penduduk dunia tahun 2012 sudah mencapai 7 Milyar orang. Sungguh jumlah yang lumayan signifikan menghitung pada tahun 2005 penduduk dunia terhitung 6,5 Milyar orang.Faktor-faktor yang mempengaruhi pertambahan penduduk atau faktor-faktor demografi antara lain yaitu; struktur umur, struktur perkawinan, paritas, disrupsi perkawinan, proporsi perkawinan, dan lain-lain.
        Angka Kematian Kasar atau Crude Death Rate adalah angka yang menghitung dan menunjukkan jumlah kematian penduduk per 1000 penduduk dalam suatu wilayah tertentu pada pertengahan tahun tertentu. Adapun rumus menghitung angka kematian kasar adalah:

                 CDR = Jumlah kematian penduduk dalam tahun tertentu/Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tententu X 1000 orang (bilangan konstan)

                Angka Kematian Khusus atau Age Spesific Death Rate (ASDR) adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1000 penduduk pada golongan umur tententu dalam satu tahun. Adapun rumus menghitung angka kematian khusus adalah:)

                 ASDR = Jumlah kematian penduduk umur tententu dalam satu tahun/Jumlah penduduk umur tententu dalam satu tahun X 1000 orang (bilangan konstan)

                 Migrasi juga merupakan salah satu faktor-faktor pertambahan dan pengurangan penduduk di suatu wilayah tertentu. Migrasi juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi demografi dan tingkat kepadatan penduduk di wilayah tertentu. Migrasi sendiri adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke suatu wilayah lainnya. Migrasi terdiri dari Migrasi Internasional dan Migrasi Nasional. Migrasi Internasional adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain yang melewati batas teritorial suatu negara. Imigrasi dan Emigrasi merupakan salah jenis-jenis migrasi internasional. Sedangkan Migrasi Nasional adalah perpindahan internal atau dari suatu wilayah ke wilayah yang lainnya dalam lingkup suatu negara tertentu. Jenis-jenis Migrasi Nasional yaitu antara lain salah satunya adalah Transmigrasi. 
             Transmigrasi merupakan salah satu contoh dari migrasi. Transmigrasi adalah salah satu tujuan pemerintah untuk mengurangi kepadatan penduduk dalam suatu wilayah dengan memindahkan penduduk itu sendiri dari wilayah yang rate kepadatan penduduknya tinggi ke wilayah yang tingkat kepadatan penduduknya rendah guna mendukung jalannya perekonomian negara itu sendiri. Prosesnya yaitu dengan memindahkan penduduk yang berminat untuk mengembangkan kemampuan dan jasanya serta hidup tinggal di daerah selain di Jawa contohnya yang mempunyai kepadatan penduduk yang paling tinggi ke Kalimantan yang rata-rata kepadatan penduduknya belum terlalu tinggi. Dampak, akibat, dan manfaat dari transmigrasi ini sendiri antara lain: Hidupnya perekonomian wilayah yang dijadikan lahan transmigrasi, Meningkatkan taraf hidup masyarakat penduduk, Terjadi lalu lintas budaya dan persilangan yang berdampak pada pertambahan budaya, dan Terciptanya hidup saling rukun, menghormati, dan menghargai sebagai warna negara suatu negara agar saling menguntungkan satu sama lain.

                  Struktur penduduk suatu negara biasanya menggunakan kriteria umur atau berdasarkan umur untuk struktur negaranya. Struktur penduduk berdasarkan kriteria umur antara lain:

a. Penduduk muda : Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya muda dengan kisaran umur 0-14 tahun

b. Penduduk dewasa : Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya dewasa dengan kisaran umur 15-64 tahun

c. Penduduk tua : Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya tua dengan kisaran umur 65 tahun ke atas

 Piramida penduduk
           Piramida penduduk biasanya menampilkan dan menyajikan data penduduk yang menunjukkan komposisi penduduk menurut struktur penduduk yaitu umur dan jenis kelamin dalam bentuk diagram batang Keterangan umur disusun secara verikal dengan garis/batang secara horizontal dengan angka sebagai penunjuk banyaknya penduduk pada umur tersebut. Keterangan jenis kelamin biasanya disebelah kiri dan perempuan di sebelah kanan. Piramida Penduduk ada beberapa jenis dan macamnya, antara lain: Piramida berbentuk segitiga (limas), Piramida berbentuk sarang tawon (batu nisan), dan Piramida berbentuk segi empat.

Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio)
          Rasio ketergantungan adalah angka perbandingan yang manampilkan beban besar tanggungan dari kelompok usia produktif yaitu penduduk dewasa dengan kisaran umur 15-64 tahun. Kelompok usia produktif inilah yang juga menanggung kelompok usia muda ( 0-14 tahun ) dan kelompok usia tua (65 tahun ke atas). Semakin besar rasio ketergantungan kelompok usia non produktif terhadap kelompok usia produktif, semakin besar pula beban yang ditanggung kelompok usia produktif. Sebagai contoh rasio ketergantungan suatu negara 75. Berarti 100 orang dari kelompok usia produktif menanggung biaya dan beban hidup 75 orang dari kelompok usia non produktif. Akibat dari rasio ketergantungan yang besar maka beberapa dampaknya antara lain:
a. Menjadikan pertumbuhan ekonomi menjadi lambat.
b. Pendapatan perkapita daerah menjadi rendah atau turun.
c. Daya masyarakat untuk menabung berkurang atau rendah.

KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN

         Perkembangan budaya selalu terjadi di setiap bagian negara di setiap belahan dunia. Seiring bertambahnya waktu dan seiring pesatnya perkembangan jaman, perkembangan budaya di suatu negara menunjukkan adanya perubahan dan kehidupan berbudaya dalam suatu negara. Perkembangan budaya di Indonesia pada era globalisasi ini semakin menunjukkan data dan bukti yang cukup bahwa di Indonesia pun mengalami perubahan dan perkembangan. Baik masuknya budaya asing ke Indonesia dan juga masih terjaganya tradisi dan budaya asli yang melekat sebagai identitas bangsa Indonesia yang tumbuh sejak jaman dahulu yang dilestarikan oleh para leluhur bangsa Indonesia. Kemajuan ilmy teknologi dan informasi juga merupakan faktor penting dalam perkembangan budaya di Indonesia. Sebab pada era modern seperti sekarang, informasi dan komunikasi berkembang pesat antara pengguna teknologi, baik melalui internet, sosial media, dan berita luar negeri. Kemajuan IPTEK inilah yang seharusnya dapat kita waspadai apabila budaya asli kita orang Indonesia bakal tergerus dengan budaya bangsa asing yang terus menerus datang seiring berjalannya waktu. Kita pun harus segera bisa untuk mengantisipasi dan menyaring budaya asing yang sesuai dengan budaya asli kita orang Indonesia. Karena apabila kebudayaan kita yang telah hidup selama bangsa Indonesia berdiri hilang tergerus budaya asing, maka hilanglah pula identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa dengan seribu etnik dan kesenian. Maka dari itu, menurut saya marilah kita tetap menyanjung, melestarikan, mempelajari, mengamalkan, menghargai agar tetap dikenal bangsa orang lain dan tetap terjaga kelestariannya.
       Kebudayaan di Indonesia terpengaruh juga jaman dahulu oleh para pedagang, pelayar, dan kerajaan-kerajaan Hindu, Buddha, dan Islam yang pernah berkuasa di Indonesia. Indonesia sebagai negara pelayaran dan perdagangan serta tempat belajar pesinggahan orang-orang dari negara lain seperti India, Bugis, Tiongkok, Jepang dan lain-lain. Kemudian kebudayaan dan struktur bahasa serta bangunan yang dipengaruhi oleh kerajaan-kerajaan Hindu, Buddha, dan Islam juga memperngaruhi kebudayaan yang ada di Indonesia sampai sekarang.

Kebudayaan Hindu-Buddha
        Unsur Hindu-Buddha di Indonesia sampai sekarang cukup banyak. Terlihat dengan masih adanya patung-patung dewa Brahma, Wisnu, Siwa, dan Buddha sebagai peninggalan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Unsur Hindu-Buddha pada candi-candi peninggalan juga sangat dominan sebagai warisan kebudayaan jaman dahulu, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Kebudayaan Islam
       Kebudayaan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia merupakan salah satu peninggalan di Indonesia yang cukup dominan, seperti masjid-masjid dan tatanan hidup bangsa Indonesia. Agama Islam lebih berkembang daripada ajaran Hindu-Buddha karena di Islam tidak mengenal kasta/tingkatan.

KEBUDAYAAN BARAT

              Kemajuan teknologi informasi atau IPTEK memang tidak dapat dihindarkan lagi dari negara kita, Indonesia. Karena pada jaman dengan kemajuan teknologi informasi yang modern ini, setiap orang berinteraksi melalui berbagai macam perangkat teknologi yang sudah menjamur dimana-mana. Karena kemajuan IPTEK yang pesat inilah, daya dan kekuatan untuk mencegah punahnya budaya asli di Indonesia pun berkurang dan bahkan sesekali hilang. Kebudayaan masyarakat asli Indonesia yang harusnya dari generasi ke generasi tetap terjaga dan teramalkan, sampai sekarang rasanya untuk mempertahankan budaya asli kita dari invasi budaya barat pun terasa sangat sulit diwijudkan. Apalagi untuk sekedar tahu dan ingat saja pun kadang banyak orang yang tidak peduli. Yang jadi pertanyaan, siapa lagi kalau tidak kita sendiri bangsa Indonesia yang mau melestarikan dan mempertahankan kebudayaan asli kita sendiri ?! Apakah hati dan perasaan nasionalisme kita tergerak hanya setelah negara lain mencuri satu per satu budaya Indonesia ?! Lalu setelah bangsa lain mencurinya baru kita peduli dan teriak serta berkoar-koar dengan lantang tanpa kita sadari sebelumnya ?! Maka dari itu, kita sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, harus pintar dalam menyeleksi budaya asing yang secara pesat masuk ke Indonesia!

         Kemajuan dalam era modern seperti memang perlu. Tetapi bukan dengan yang namanya modern lalu sesuatu yang berbau dahulu itu dilupakan. Kita harus tetap menanam dan mempertahankan apa yang sudah kita punya dari dahulu sebagai identitas bangsa Indonesia. Sepertinya rakyat Indonesia lebih menyukai budaya bangsa barat yang berasaskan kebebeasan yang sebebas-bebasnya. Bukan dengan meniru adab berpakaian mereka yang bebas atau meniru kebiasaan budaya barat seperti menenggak alkohol tanpa aturan dan resep dokter atau juga dengan terlalu mengikuti gaya berpikir bangsa barat.
              Dengan masuknya kebudayaan barat ke Indonesia, di samping efek negatifnya, kita juga dapat mengilhami efek positifnya. Berikut ini adalah yang seharusnya kita dapat pahami dari masuknya kebudayaan barat di Indonesia:

a. Industry Development atau Perkembangan Industri Barat. Kita dapat mencontoh industri transportasi dan komunikasi mereka sebagai sarana membangun bangsa menjadi lebih kuat dan lebih bisa memajukan ekonomi bangsa Indonesia sendiri, dengan menggunakan tenaga dalam negeri untuk membangun industri dalam tujuan mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia

b. Perubahan Pola Berpikir dan Sikap. Dampak dari modernisasi dan globalisasi dari banga barat seharusnya bisa mengubah pola pikir bangsa Indonesia dari yang Irrasional menjadi Rasional. Dengan tujuan untuk berpola pikir secara maksimal guna menjadikan fondasi yang kuat bagi bangsa Indonesia yang bermanfaat untuk kemajuan dan kehidupan rakyat Indonesia.

c. Kemajuan IPTEK. Kemajuan teknologi informasi dengan penyaringan yang baik dapat menimbulkan peranan aktif dalam membangun bangsa. Karena berkat inovasi dalam teknologi, kita mendapat kemudahan dalam masyakat untuk mengatasi masalah dan memotivasi untuk lebih maju.
Selain dampak positif, tentu ada juga dampak negatifnya antara lain:

a. Adanya kesenjangan sosial. Masyarakat cenderung individualisme karena mereka sudah merasa mempunyai sarana yaitu teknologi sendiri dan tidak membutuhkan bantuan orang lain dalam kehidupannya.

b. Banyak barang impor di Indonesia. Barang produksi luar negeri yang diimpor merajalela dalam pasar Indonesia. Dampaknya barang produksi dalam negeri menjadi kurang laku dan kurang banyak yang membeli.



Referensi:


http://elearning.gunadarma.ac.id/

http://library.gunadarma.ac.id/

TULISAN- ILMU SOSIAL DASAR - 2ID12 - ISD SEBAGAI SALAH SATU MATA KULIAH DASAR UMUM (MKDU)




ILMU SOSIAL DASAR (ISD) SEBAGAI SALAH SATU MATA KULIAH DASAR UMUM (MKDU)

           Individu: Menurut saya individu sebagai unit terkecil dari masyarakat sekitar yang tidak bisa di bagi lagi dengan unit terkecil,individu yang pasti lebih jelas manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan,saya simpulkan bahwa individu sebagai manusia yang memiliki peranan khas ataupun spesifik dari dalam dirinya itu sendiri. Individu yang sering sekali menyimpanng dari norma kolektif kehilangan individualismenya,takhluk kepada kolektif dan mempengaruhi masyarakat sekitar.
           Dalam contohnya fenomena tawuran antar Pelajar individu mulai menerima dan menyesuaikan diri kepada adapt istiadat ( norma ) suatu kelompok yang ada dalam sistem social , sehingga lambat laun yang bersangkutan akan merasa menjadi bagian dari kelompok yang bersangkutan. Pengawasan sosial adalah, “ proses yang direncanakan atau tidak direncanakan yang bertujuan untuk mengajak, mendidik atau bahkan memaksa warga masyarakat, agar mematuhi norma dan nilai”. Pengertian tersebut dipertegas menjadi suatu pengendalian atau pengawasan masyarakat. Tawuran sepertinya sudah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Sehingga jika mendengar kata tawuran, sepertinya masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi. Hampir setiap minggu, berita itu menghiasi media massa. Bukan hanya tawuran antar pelajar saja yang menghiasi kolom-kolom media cetak, tetapi tawuran antar polisi dan tentara , antar polisi pamong praja dengan pedagang kaki lima, sungguh menyedihkan. Inilah fenomena yang terjadi di masyarakat kita.Tawuran antar pelajar maupun tawuran antar remaja semakin menjadi semenjak terciptanya geng-geng. Perilaku anarki selalu dipertontonkan di tengah-tengah masyarakat. Mereka itu sudah tidak merasa bahwa perbuatan itu sangat tidak terpuji dan bisa mengganggu ketenangan masyarakat.Sebaliknya mereka merasa bangga jika masyarakat itu takut dengan gengkelompoknya. Seorang pelajar seharusnya tidak melakukan tindakan yang tidak terpuji seperti itu.Biasanya permusuhan antar sekolah dimulai dari masalah yang sangat sepele. Namun remaja yang masih labil tingkat emosinya justru menanggapinya sebagai sebuah tantangan. Pemicu lain biasanya dendam Dengan rasa kesetiakawanan yang tinggi para siswa tersebut akan membalas perlakuan yang disebabkan oleh siswa sekolah yang dianggap merugikan seorang siswa atau mencemarkan nama baik sekolah tersebut.Sebenarnya jika kita mau melihat lebih dalam lagi, salah satu akar permasalahannya adalah tingkat kestressan siswa yang tinggi dan pemahaman agama yang masih rendah merugikan seorang siswa atau mencemarkan nama baik sekolah tersebut.

TUGAS- ILMU SOSIAL DASAR - 2ID12 - ISD SEBAGAI SALAH SATU MATA KULIAH DASAR UMUM (MKDU)



ILMU SOSIAL DASAR (ISD) SEBAGAI SALAH SATU MATA KULIAH DASAR UMUM (MKDU)

       Pembangunan sumber daya manusia indonesia adalah suatu upaya meningkatkan kualitas manusia yang dilakukan terus-menerus sejalan dengan kebutuhan akan kemampuan bangsa Indonesia dalam menjawab tantangan zaman.tantangan yang nampak menghadang kita terutama adalah masalah-masalah sosial budaya,sehubungan dengan itu dengan kedudukannya sebagai ilmu sosial sudah sepantasnya sosiologi berada pada posisi terdepan dengan upaya bersama-sama melalui pikiran kritis dan memberikan alternatif-alternatif teoritis dalam menjawab tantangan yang ada sekarang dan di masa depan ,untuk itu telah dilakukan peninjauan kurikulum-,kurikulum yang berbasis kompetensi di dalam kurikulum berbasis komputensi ini pengajaran sosiologi di perguruan tinggi berfungsi meningkatkan pola pikir, perilaku dan berinteraksi dalam keragaman realitas sosial dan budaya berdasarkan etika ,sedangkan tujuan pengajaran ilmusosiologi di perguruan tinggi adalah mencakup dua sasaran yaitu:
( 1 ) secara kongmitif bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar sosiologi agar siswa mampu memahami dan menelah secara nasional komponen-komponen dari individu, kebudayaan dan masyarakt sebagai sistem. 
( 2 ) secara praktis bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sikap dan perilakku siswa yang rasional dan kritis dalam menghadapi kemajemukan masyarakat, kebudayaan situasi sosial serta berbagai masalah sosial yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari .kesadaran yang paling penting yang muncul dalam kehidupan sehari-hari adalah perubahan masyarakat ,mau tidak mau masyarakat mengalami perubahan .perubahan itu bisa berupa kemajuan bisa juga kemunduran ,bisa pembangunan bisa juga krisis perubahan besar pada masyarakat umumnya akan membawa pengaruh terhadap anggota masyarakat ,sebesar apakah pengaruh itu? apakah ciri-cirinya ? akan adakah perubahan yang lebih besar lagi ?pertanyaan seperti itulah yang diajukanoleh sosiologi .singkatnya sosiologi memperhatikan manusia sebagai bagian darimasyarakat untuk dapat memahami sosiologi ,sebagai langkah awal ,alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu perkembangan awal ilmu tersebut.

PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR 

           Sumber segala ilmu pengetahuan adalah philoshofia ( filsafat ) .baik ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial ditilik dari pengembangannya bermula dari ilmu filsafat dari ilmu filsafat itu makalahirlah 3 cabang pengetahuan yaitu natural sciences ( ilmu-ilmu alamiyah ) yang meliputi :fisika, kimia,astronomi, biologi, botani dan lain-lain, sosial sciences ( ilmu-ilmu sosial ) yang terdiri dari: sosiologi, ekonomi, politik, antropologi, sejarah, psikologi, geografi, dan lain-lain, humanities ( ilmu-ilmu budaya ) yang ameliputi :bahasa, agama, kesusteraan,kesenian dan lain-lainIlmu sosial berkembang terus sesuai kebutuhan manusia dalam era pembangunan, khususnya di Indonesia wujud dan kenyataan-kenyataan adanya perkembangan ilmu-ilmu sosial di Indonesia adalah sebagai berikut pertama-tama didirikan di jogyakarta suatu akademi ilmu politik sponsor-sponsor yang mendirikan akademi ini dari tenaga akadenis pihak belanda2)Selang waktu berikutnya didirikan balai perguruan tinggi Gajah Mada pada tanggal 17 februari 1946 yng mempunyai 2 fakultas yaitu fakultas sastra dan sosial, didirikan akadeni polisi sebenarnya tujuan dari ketiga lembaga ini untuk mencetak kader-kader pengisi jabatan tinggi di pemerintah.

a. Ilmu Sosial Dasar

           Ilmu sosial dasar ( ISD ) adalah suatu program pelajaran yang baru dikembangkan di perguruan tinggi dengan sistem pendidikan yang bersifatinovatif .ilmu ini adalah ilmu sosial dipergunakan dalam pendekatan,sekaligus sebagai sarana jalan keluar untuk mencari suatu pemecahanmasalah sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.
                ISD memberikan dasar-dasar pengetahuan kepada para mahasiswa,yang diharapkan akan cepat tanggap serta mampu menghadapi danmemberi alternatif serta pemecahan masalah-masalah dalam kehidupanmasyarakat.Akan tetapi dengan dilaksanakannya ISD sebagai mata kuliah dasar umum (MKDU) di setiap perguruan tinggi negeri khususnya,tidak berarti pengantar-pengantar ilmu sosial harus hilang dari kurikulum perguruan tinggi pengantar-pengantar ilmu sosial disajikan sebagai subjek orientasi ddalam rangka pendalaman ilmu-ilmu sosial itu secara otoritas yang menyangkut ruang lingkup, metode dan sistematisnya masalah-masalahyang harus ditangani.

kesenjangan sosial

pengangguran

urbanisasi ( prpindahan penduduk )

kriminalitas

kenakalan remaja

penyalahgunaan narkotika

penyelundupan

pergolakan politik 

pertentangan ras

LATAR BELAKANG ILMU SOSIAL DASAR 

                   Latar belakang diberikanya ilmu sosial dasar (ISD) di mulai banyaknya kritik-kritik yang ditujukan pada sistem pendidikan di perguruan tinggi oleh para sejumlah cendekiawan terutama sarjana pendidikan,sosial dan kebudayaan .mereka menganggap sistem pendidikan saat ini masih berbau kolonial dan masih merupakanwarisan dari sistem pendidikan Belanda yang bertujuanmenghasilkan tenaga kerja di berbagai bidang untuk mengisi kekosongan pemerintahan.
                 Tujuan ilmu sosial dan budaya dasar ialah membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas dan ciri-ciriketerpelajaran indonesia ,khususnya berkenan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam me nghadapi manusia-manusia lain serta sikap dan tingkah laku manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan. Tujuan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar ialah membantu perkembangan waasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas dan ciri-ciri keterpelajaran Indonesia ,khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia-manusia lain srta sikap dan tingkah laku manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan secara spesifik program mata kuliah ilmu sosial dasar ,bertujuan menghasilkan warga negara sarjana yang berkualitas sebagai berikut :

1.Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai denagan ajaran agamanya ,dan memeiliki tenggang rasakepada pemeluk agama lain.

2. memiliki wawasan sejarah perjuangan bangsa ,sehingga dapatmemperkuat semangat kebangsaan ,mempertebal rasa cinta tanahair.

3.Berjiwa pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannyamencerminkan nilai-nilai pancasila dan memilki intregitaskepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasionaldan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.

4.Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan masyaraktdan secara bersama-sama mampu berperan serta meningkatkankualitasnya.

5.Memiliki wawasan konperehensif dan pendekata integral di dalam penyikapi permasalahan kehidupan baik secara sosial, ekonomi, politik maupun kebudayaan.

Yang menjadi sasaran perhatian ISD sebagai MKDU adalah antara lain : 

1. Berbagai kenyataan yang bersama-sama merupakan masalah sosial yang dapat ditanggapi dengan pendekatan sendiri maupun sebagai pendekatan gabungan (antar bidang) 

2. Adanya keanekaragaman golongan dan kesatuan sosial lain dalam masyarakat, yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku sendiri, tapi juga amat banyak persamaan kepentingan kebutuhan serta persamaan dalam pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku yang menyebabkan adanya pertentangan-pertentangan maupun hubungan setia kawan dan kerja sama dalam masyarakat kita. 

             Kehidupan manusia sebagai mahluk sosial selalu dihadapkan kepada masalah sosial yang tidak dapat dipisahkan dalah kehidupan. Masalah sosial ini timbul sebagai akibat dari hubungannya dengan sesama manusia lainnya dan akibat tingkah lakunya. Masalah sosial ini berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya karena adanya perbedaan dalam tingkat perkembangan kebudayaannya, serta sifat kependudukannya, dan keadaan lingkungan alamnya. Yang membedakan masalah sosial dengan masalah lainnya adalah bahwa masalah sosial selalu ada kaitannya yang dekat denan nilai-nilai moral dan pranata-pranata sosial, serta ada kaitannya dengan hubungan-hubungan manusia itu terwujud.

                Jadi, ilmu sosial dasar (ISD) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran mahaiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungnan sosialnya dapaat menjadi lebih besar.



Referensi:
http://elearning.gunadarma.ac.id/

http://library.gunadarma.ac.id/

http://wartawarga.a.id